Kegiatan Pra Ekspedisi di desa sirnajaya  MPA Archa Buana Angkatan XVI Hujan Angin Fajar

KEMAHASISWAAN

Kegiatan Pra Ekspedisi di desa sirnajaya  MPA Archa Buana Angkatan XVI Hujan Angin Fajar

 

Dalam rangka ekpedisi sosial budaya Angkatan XVI Hujan Angin Fajar di Cipta Mulya sukabumi cisolok yang dilakukan pada tanggal 18-19 September 2021 ini, Anggota Madya Archa Buana melakukan Pra Ekpedisi di desa Sirnajaya, kecematan, sukamakmur, kabupaten bogor, jawa barat memiliki titik kordinat 106.990898 BT / -6.611765 LS. Desa yang terletak di kawasan gunung kencana ini memang memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, dari sawah, gunung dan bukit, curug dan danau yaitu Rawagede. Kawasan yang di bilang masih asri dan tahap berkembang dalam segi ekonomi, tetapi tidak mengurangi budaya yang turun menurun di lakukan di daerah tersebut Seperti gotong royong, rebokasan atau rabu terakhir di bulan safar dan sedekah bumi.

Desa sirnajaya adalah salah satu akses masuk ke wilayah gunung kencana, wilayah ini biasanya juga di gunakan para mahasiswa pecinta alam untuk melakukan kegiatan seperti diklatsar dan latihan materi gunung hutan, wilayah gunung kencana di desa sirna jaya pertama kali di buka oleh perhimpunan penempuh rimba Wanadri sekitar tahun 2000an setelah pembukaan jalur warga, sirnajaya mendapatkan keuuntungan seperti, wisatawan, mahasiswa, dan para komunitas yang ingin merasakan keindahan kawasan yang berada di desa sirnajaya.

Kegiatan pra ekspedisi sosial budaya Mpa archa buana Angkatan XVI Hujan angin fajar yaitu melakukan metode pencarian data dengan cara bersosialisasi dengan warga sekitar untuk mendapatkan data seputar desa sirnajaya dan data tersebut di rangkum menjadi sebuah data  yang valid dan dapat dikaji sebagai materi sosial budaya dan sosial pedesaan.

Mang iwan adalah salah satu warga yang kita jadikan sebagai narasumber, banyak informasi yang kami dapat dari mang iwan dari budaya di desa tersebut dan kegiatan yang masih berlangsung sampai sekarang. Salah satu kegiatan yang masih berjalan di desa tersebut adalah kegiatan belajar mengajar, adanya Taman baca di desa tersebut sangat membantu keaktifan anak anak disana, proses belajar mengajar berlangsung 1 minggu sebanyak 2 kali, di hari selasa dan kamis dan adapun pengajarnya yg bernama abdul manaf. Beliau adalah guru di taman baca tersebut yang mengajarkan pelajaran sekolah dasar dan menengah (smp). Adanya taman baca disana adalah bertujuan untuk mengajarkan anak anak yang memang sudah putus sekolah, karna banyak dari mereka yang putus sekolah dari faktor ekonomi dan faktor tidak inginnya melanjutkan pendidikan, karna sebagian anak anak disana lebih memilih membantu di lading atau disawah. Pejalan selow adalah komunitas yang membangun taman baca disana sekitar tahun 2019.

Kegiatan ini sangat meyenangkan karna selain belajar bersosialisasi dengan warga desa disana kita juga berinteraksi dengan warga desa, anak anak disana, dan melakukam materi gunung hutan di pegunungan kencana. Dalam proses pencarian data dan bersosialisasi kami mengalami kesulitan dari Bahasa, dan malu mya warga terhadap orang baru, dan butuh pendeketan yang sangat extra dan sabar untuk melakukan pendekatan kepada desa tersebut tetapi disitulah tantangan  buat kita. dan pada akhirnya mereka sangat senang dengan kedatangan kami.

disana kami bermain sambil belajar dengan anak – anak, sosialisasi dengan warga, membantu dan belajar menanam dengan petani. sejak dua tahun ini juga kami rutin kesana untuk mengabdi kepada masyarakat.

Total Page Visits: 30 - Today Page Visits: 1