WORKSHOP MODEL ORGANISASI KEAGAMAAN MAHASISWA PADA PERGURUAN TINGGI UMUM TAHUN ANGGARAN 2021

KEMAHASISWAAN

Kementerian Keagamaan Republik Indonesia menyelenggarakan suatu kegiatan dengan judul Workshop Model Organisasi Keagamaan Mahasiswa pada Perguruan Tinggi Umum dalam rangka mewujudkan moderasi dalam beragama pada perguruan tinggi umum di seluruh Indonesia. Acara ini diadakan selama tiga hari, Senin-Rabu, 22-24 November 2021, bertempat di Hotel Salak The Heritage Jl. Ir. H. Juanda No. 8, Bogor.

Dalam kesempatan ini, Universitas Pamulang melalui Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kealumnian Universitas Pamulang, mengirimkan 1(satu) orang peserta Hasan Maulana, dari Prodi Teknik Informatika.

Tujuan kegiatan workshop ini adalah untuk mengokohkan hubungan silaturahmi masing-masing organisasi keagamaan di Perguruan Tinggi Umum. Disamping itu juga merumuskan model organisasi keagamaan dengan berdiskusi mengenai kondisi organisasi keagamaan di 42 Perguruan Tinggi Negeri Umum. Hal penting lainnya yang dibahas adalah penguatan karakter nilai keorganisasi keagamaan dan menjadi benteng dari tantangan ideologi dari komunitas tertentu.

  1. Munir, S.Ag, MA selaku Pembina Organisasi Keagamaan Mahasiswa Islam Pada PTU (Perguruan Tinggi Umum) mengarahakan para ketua umum organisasi keagamaan untuk menghapus stigma yang teridentifikasi pemahaman intoleran dan radikal. Untuk mengatasi hal tersebut direncanakan organisasi keagamaan di Perguruan Tinggi Umum akan dinauingi oleh Kementerian Keagamaan dengan membuat kesamaan orientasi atau kesamaan tujuan.

Dr. Adimin Diens, S.Ag, M.Pd selaku Kepala Seksi Bina Keagamaan Mahasiswa Subdirektorat Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum, menjelaskan bahwa organisasi keagamaan di Perguruan Tinggi Umum belum terakomodasi secara maksimal, maka perlu dirumuskan regulasi untuk payung hukum dari organisasi keagamaan di Perguruan Tinggi Umum.


Saya, Hasan Maulana, utusan dari Lemabaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang sangat bersyukur dan berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan mengikuti kegiatan workshop ini. Harapan kami ialah terwujudnya kembali Islam yang RAHMATAN LIL ALAAMIN Islam, penuh kasih sayang untuk semua makhluk, bukan Islam yang radikal ataupun teroris.

  1. Raksandiani (PB Sekjen PMII) menyampaikan salah satu solusi untuk mewujudkan Islam yang RAHMATAN LIL ALAAMIN yaitu kita tidak perlu mempermasalahkan problem sepele dan yang sudah disolusikan seperti qunut, berbeda warna bendera dan lain sebagainya. Namun kita harus fokus untuk mesolusikan masalah yang berakibat kemajuan negara Indonesia sendiri.

Dalam kegiatan tersebut di bentuk 3 komisi yang akan merumuskan Model Organisasi Keagamaan,  Komisi I (Organisasi), Komisi II (Program dan Pembiayaan), dan Komisi III (Rekomendasi) Hasil rumusan setiap komisi dipaparkan dan didiskusikan kepada seluruh ketua Organisasi Keagamaan Islam dan diketahui oleh  Dr. Adimin Diens, S.Ag, M.Pd (Kasi Bina Keagamaan Mahasiswa subdit PAI pada PTU) yang nantinya akan dipertimbangkan oleh para civitas Kementerian Agama dan forum ini juga akan berlangsung secara berkelanjutan dan dikolaborasikan dengan Duta Moderasi Beragama yang nanti akan menghasilkan Blue Print Moderasi Beragama & Bela Negara.

Total Page Visits: 36 - Today Page Visits: 1