Webinar Lingkungan Menuju Generasi Bangsa yang Aktif dan Peduli terhadap Lingkungan di masa Pandemi Covid-19

KEMAHASISWAAN

Webinar Lingkungan

Menuju Generasi Bangsa yang Aktif dan Peduli terhadap Lingkungan di masa Pandemi Covid-19

Pada masa pandemi covid-19 dampak pada lingkungan yang dimana telah menjadi isu yang sering di perbincangkan. Pasalnya , selain dampak ekonomi dan sosial, wabah ini juga memberikan dampak ekonomi dan sosial, wabah ini juga memberikan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan. Dengan dimulainya webinar lingkungan, Divisi Pendidikan Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (PLH HIMAPEKO) Universitas Pamulang mengangkat isu mengenai Lingkungan Hidup yang dimana akan membahas persoalan Lingkungan Alam serta Limbah Sampah dengan Menghadirkan Narasumber yang pakar bidangnya. Diantaranya Bapak Ahmad Rivai, SE.MSi, Bpaak Lolong Manting, SS.MM dan Salihah. Webinar ini yang dipandu oleh Ade Firsta Christy selaku keanggotaan divisi Pendidikan Lingkungan Hidup Universitas Pamulang periode 2020 yang berlangsung pada pukul 08.00 WIB melalui aplikasi Zoom, Minggu (17/10).

 

 

“Salah satu dampak kurang kepedulian kita terhadap lingkungan yang dimana memberikan contoh  seperti timbul banjir , banyak sampah yang berserakan, padahal kita sudah diberikan tempat untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak timbul musibah banjir dimana –mana.”

 

Pada Webinar tersebut mengusung tema “Menuju Generasi Bangsa yang Aktif dan Peduli terhadap Lingkungan di masa Pandemi Covid-19” yang dibuka oleh Kaprodi Pendidikan Ekonomi, Bapak Saiful Anwar, S.Pd, S.E, M.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Saiful sangat mengapresiasi acara tersebut yang diselenggarakan oleh HIMA PEKO ini. Menurutnya, selain berpengaruh di sektor perekonomian dan sosial, masyarakat universitas pamulang baik secara internal maupun eksternal secara luas juga perlu tahu dampak yang timbul wabah Covid-19 dari segi lingkungan.

“Sungguh pada kegiatan webinar lingkungan ini adalah salah satu kegiatan yang dilakukan pertama kalinya oleh Hima Peko yang dimana bisa mengundang salah satu perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dan ini  salah satu bentuk dan wujud membangun silaturahmi dengan dinas lingkungan hidup agar nantinya terwujudnya sebuah tali persambungan yang dimana mahasiswa/I pendidikan ekonomi bersama untuk memberikan wujud serta kerjasama yang baik” ucap Bapak Saiful.

Kedepannya, ia berharap agar dapat muncul inovasi agar masyarakat bisa beraktivitas dengan kebiasaan baru tapi tetap mempertahankan kelestarian lingkungan sekitar.

“Harapannya dapat menjadi sumber pemikiran agar bisa tetap menjaga lingkungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Agar manusia juga bisa memanfaatkan sumber daya alam dan tetap peduli terhadap ekosistem sekitar,” pungkasan

Webinar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari ananda Salihah selaku perwakilan himpunan mahasiswa pendidikan ekonomi yang dimana ananda menjabat sebagai sekretaris divisi pendidikan lingkungan hidup sependapat dengan  Bapak Ahmad Rivai terhadap lingkungan yaitu dengan menumbuhkan selalu etika serta kepedulian terhadap lingkungan yang dimana diperlukan daur ulang sampah yang nantinya akan berdampak baik pada masyarakat .

“Dalam menjaga lingkungan kita perlu memiliki Etika dan norma baik terhadap lingkungan , mulai dari menjaga lingkungan rumah , tidak membuang sampah sembarangan dan membuat sebuah kreatifitas dengan memanfaatkan sampah agar lebih berguna dan mampu memberikan perekonomian yang baik” imbuh salihah

Covid-19 memang merupakan bencana yang menyebabkan kerugian ekonomi dan sosial yang tinggi. Masyarakat juga tidak berharap ini terjadi lagi, tapi paling tidak perlu sekali dari kita untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.” Ucap Salihah.

Pemaparan materi terakhir ditutup oleh Bapak Lolong Manting, SS.MM. beliau adalah salah satu dosen pendidikan ekonomi universitas pamulang ini membahas tentang kondisi krisis lingkungan alam di tengah pandemi covid-19. Yang sering terjadinya kebakaran hutan, pembebasan lahan tanpa adanya perizinan , dan penebangan pohon secara liar. banyak sekali yang terjadi pada saat ini ketika adanya krisis lingkungan yang perlu sekali kita perhatikan dan sampai saat ini masih saja terjadi karena kurangnya perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap lingkungan. Dengan banyaknya penebangan pohon secara liar dimana-mana dan juga bisa mengakibatkan banjir .

“Kita bisa lihat saja sekitaran jalan menuju kampus viktor UNPAM masih banyak sekali lahan kosong yang bahkan sering dilalui oleh orang kedinasan , padahal dari lahan kosong tersebut kita bisa menanamkan pohon-pohon agar tidak terjadi kegersangan atau longsor , jadi yang seharusnya memiliki nilai kesadaran selain dari kita masyarakat pemerintah bahkan orang dinas kota tangerang selatan seharusnya memiliki juga nilai kesadaran tersebut.” Pungkas beliau.

Total Page Visits: 106 - Today Page Visits: 1