WAJAH BARU TEATER LONTJENG

KEMAHASISWAAN

TANGERANG SELATAN- Lama tak bersua, Teater Lontjeng kembali mengudara melalui pementasan yang bertajuk “Dhemit” karya Heru Kesawa Murti, yang diselenggarakan pada 11-12 Oktober lalu, di gedung kesenian Amphiteater, Jaletreng, Tangerang Selatan, Banten.

Dengan mengusung tema “Krisis Indentias Nasionalisme” Lontjeng Teater juga menyelipkan sindiran kepada Pemkot Tangsel karena pembangunan yang tak kunjung membaik dan terasa kaku tanpa adanya kesenian.

“Pementasan ini bertujuan agar geliat seni peran di daerah Tangerang Selatan hidup, sekaligus mengkritik Pemkot agar memperhatikan perkembangan dan fasilitas seni peran” Ujar Akbar.

Akbar  menungkapkan, cara ini juga merupakan tonggak kembalinya  Teater Lontjeng untuk menghidupkan seni peran di Universitas  Pamulang.

“Kami berharap kampus memiliki tempat untuk para pegiat seni peran bisa berkumpul. Gampangnya kampus harus memberdayakan kegiatan seni” Pungkasnya.

Cerita fiksi ini menjadi sajian implisit untuk merepresentasikan keadaan zaman. Dengan mengusung tema “Krisis Identitas Nasionalisme” pegelaran ini membawa elemen tradisional seperti, tata cara berpakaian penduduk lokal dan busana para Dhemit yang disesuaikan dengan mitos yang berkembang. (Dy)

Total Page Visits: 262 - Today Page Visits: 1