UPAYA PEMULIHAN LINGKUNGAN PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KAMPUNG CIPARENGPENG

KEMAHASISWAAN

Pamulang, 23 November 2020. Anggota Madya Mahasiswa Pecinta Alam Archa Buana telah melakukan Ekspedisi Tri Dharma yang berlokasi di Kampung Ciparengpeng, Desa Cileuksa Kec. Sukajaya, Bogor – Jawa Barat pada hari Senin, 23 November 2020 – Minggu,06 Desember 2020. Kegiatan Ekspedisi tersebut mengusung tema Upaya Pemulihan Lingkungan Pasca Bencana Tanah Longsor. Panitia Pelaksana dari kegiatan Ekspedisi Tri Dharma adalah Yulistiani “Peron” selaku Ketua Pelaksana, Humas dan Dokumentasi, Siska Riani “Lidi” selaku Sekretaris. Awal kegiatan ini dimulai dengan upacara pelepasan dan dilepas langsung oleh pembina MPA Archa Buana Dadang Sumarna S.H, M.H dalam amanatnya beliau menyampaikan “Kegiatan ekspedisi ini sangat bagus dan belum pernah dilakukan oleh organisasi lain di universitas pamulang, Archa Buana sebagai Inisiator kegiatan pertama Merdeka Belajar, semoga Mahasiswa yang lain bisa mengikuti kegiatan ini, tetap jaga protokol kesehatan, jaaga nama baik organisasi dan instinusi” Dicky Suhendar “Sento” Sebagai Ketua Umum MPA Archa Buana berpesan “Kegiatan ini sangat bagus, Mahasiswa dapat melakukan Tri Dharma Perguruan tinggi serta menyalurkan hobi dan bakatnya kemudian. Tetap jaga kesehatan, Jangan mau kalah dengan keadaan. SEMANGAT PEMUDA !” di panggung demokrasi Universitas Pamulang kampus 3 yang terletak di Jl. Witana Harja No. 18b, Pamulang Tangerang Selatan.

Amanat Bapak Dadang Sumarna S.H, M.H

Kampung Ciparengpeng dipilih sebagai lokasi tempat dilaksanakan Ekspedisi  Tri Dharma karena Kampung tersebut adalah kampung yang pernah mengalami bencana tanah longsor pada tanggal 01 Januari 2020 lalu yang disebabkan oleh terkikisnya tanah akibat pembukaan lahan di Kampung Ciparengpeng.

Kampung Ciparengpeng adalah Kampung yang seluruh masyarakatnya beragama islam. Hal ini dapat dilihat dari rutinitas kegiatan keagamaan yang sering diselenggarakan di Kampung Ciparengpeng, seperti Pengajian Ibu – Ibu yang rutin diselenggarakan 3 kali seminggu, pengajian remaja yang rutin diselenggarakan setiap malam dari usai sholat maghrib hingga ba’da isya dan pengajian Bapak – Bapak yang rutin diadakan setiap malam Jum’at di masjid yang ada di Kampung Ciparengpeng. “Iya, disini mah kegiatan ngaji masih rutin dilakukan karena kan warganya muslim semua. Di sini ibu – ibunya ngaji hari Kamis pagi, terus di RT 1 hari Jum’at pagi sama di RT 3 selesai sholat Jum’at. Kalo Bapak – Bapaknya setiap malem Jum’at di Masjid deket lapangan. Anak – Anak remaja juga rutin ngaji kalo abis maghrib. Terus disini mah ngajar ngaji pake bahasa Sunda aja. Abis kalo pake Indonesia nggk ngerti gitu warga sininya.” Jawab Ustad Ajim saat kami ikut pengajian pada Kamis, 26 November 2020.

Sebelum melakukan kegiatan edukasi kepada anak – anak dan penanaman di Kampung Ciparengpeng, kami melakukan pengamatan masyarakat dengan metode analisis sosial dengan menggunakan unsur kebudayaan secara universal untuk mengetahui tatanan dan kebudayaan yang ada di Kampung Ciparengpeng.

 

Kampung Ciparengpeng terdiri dari 3 RT dan 1 RW dengan jumlah total 276 kepala keluarga. Di Kampung tersebut juga terdapat Hunian Sementara (HUNTARA) yang dibuat oleh Pemerintah dengan total 23 pintu. Huntara ini merupakan bentuk penanggulangan dari bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Ciparengpeng.

Di Kampung Ciparengpeng terdapat 1 bangunan sekolah, namun digunakan untuk kegiatan belajar mengajar untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Masyarakat di Kampung Ciparengpeng menyebutnya dengan nama sekolah Impres.

Sekolah tersebut adalah gabungan dari SD Negeri Cileuksa 05 dan SMP Negeri 01 Sukajaya. 2 nama sekolah tersebut memiliki kelas jauh yang berada di Kampung Cijairin karena menyesuaikan dengan tempat masyarakat. Pak Erwan selaku tenaga pengajar SD di Kampung Cijairin juga mengatakan “Kita sengaja membuat kelas utama dan kelas jauh agar anak – anak di Kampung Ciparengpeng dan Kampung Cijairin  dapat terus bersekolah tanpa terkendala jarak dan waktu tempuh. Namun, mengingat keadaan jalanan yang berupa tanah, terlebih setelah hujan pasti licin dan susah dilewati, anak – anak di Kampung Ciparengpeng jadi malas untuk berangkat ke sekolah” Jelas Pak Erwan saat di wawancarai untuk analisis sosial dengan unsur sistem pengetahuan Kamis, 26 November 2020.

Mata pencaharian masyarakat di Kampung Ciparengpeng sebelumnya banyak di sektor pertanian, namun sejak terjadi bencana tanah longsor banyak lahan pertanian warga yang tertimbun longsor. Sehingga, banyak warga di Kampung Ciparengpeng sampai saat ini belum memiliki penghasilan tetap. “Emak mah dulu punya kebon, pas  longsor aja kebon Emak ilang. Jadi sekarang ngurus ladang orang” papar Emak Harnati saat kami ikut beliau memberikan pupuk padi Rabu, 25 November 2020.

Kami juga melakukan analisa vegetasi ditemani anak – anak di Kampung Ciparengpeng. Usai analisa vegetasi, kami bersama anak – anak di Kampung Ciparengpeng melakukan analisis air dengan menggunakan sampel air yang diambil dari mata air yang dialiri ke rumah warga.

 

Di kala sore anak – anak di Kampung Ciparengpeng sering berkumpul untuk bermain bersama teman – temannya di Pos Pantau. Permainan tersebut seperti petak umpet dan kotak pos. Anak – anak juga menyanyikan lagu daerah seperti ampar – ampar pisang. Kesenian di Kampung Ciparengpeng telah terkikis karena tidak ada yang melestarikannya. Malah anak – anak lebih suka hal – hal berbau modern, seperti gadget dan tiktok. “Aku suka main petak umpet sama menggambar. Aku juga suka main HP punya ibu sambil liat video di Tiktok.” Jawab Santia, ketika ditanyai hobi saat bermain bersama di Pos Pantau hari Jum’at, 27 November 2020.

Adapula kegiatan edukasi mengenai bagian – bagian pohon, manfaat penanaman pohon untuk diri sendiri dan lingkungan dan fungsi pohon bagi kehidupan. Edukasi kepada anak – anak ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian anak – anak di Kampung terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan Edukasi diselenggarakan pada hari Kamis, 03 Desember 2020 di beberapa tempat, seperti sekolah SD Negeri Cileuksa 5, kemudian di Aula yang biasa dijadikan tempat untuk kegiatan di Kampung Ciparengpeng pada hari Sabtu, 05 Desember 2020.

sesuai untuk pendamping pendidikan, kami juga menyalurkan buku bacaan dan buku pembelajaran agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Ciparengpeng.

Selain kegiatan edukasi, adapula kegiatan penanaman bersama anak – anak di Kampung Ciparengpeng. Penanaman dilakukan di lokasi yang berpotensi longsor dan lokasi yang pernah terjadi bencana tanah longsor. Penanaman di selenggarakan pada hari Rabu, 02 Desember 2020 – Jum’at, 04 Desember 2020 dengan total 1000 bibit. Kami berharap kegiatan ini  bisa menjadi upaya pencegahan agar bencana tanah longsor tidak terjadi lagi di Kampung Ciparengpeng dan dapat menjadi kegiatan rutin di Kampung Ciparengpeng.

Total Page Visits: 98 - Today Page Visits: 2