PENEMUAN BUNGA BANGKAI DI PARUNG BOGOR

LEMBAGA KEMAHASISWAAN & ALUMNI (LKA)

Bunga Bangkai (suweg) atau di sebut rafflesia dengan jenis Amorphophallus titanium adalah tumbuhan langka yang tumbuh pada musim penghujan.  Pada hari Jumat, 22 November 2019 bunga ini diketahui mekar oleh keluarga Abdul Latif di Desa Cogreg, Kampung Jeletrang RT.05 RW.04, Kecamatan Parung, Bogor Jawa Barat. Hal itu membuat heboh masyarakat sekitar sehingga banyak masyarakat menghampiri karena penasaran dengan keindahan tumbuhnya bunga rafflesia.

Rafflesia dengan jenis Amorphophallus titanium ini tumbuh dan mekar mengeluarkan lendir yang mempunyai aroma busuk seperti bangkai sehingga menggundang lalat datang dan selang beberapa hari bunga akan layu, membusuk kemudian mati. Bunga ini memiliki kelopak dan bagian yang menjulang atau tonggol berwarna merah marun. Bunga ini mempunyai tonggol setinggi 21cm dengan diameter kelopak 35cm serta tinggi keseluruhan 40cm. Tumbuhan ini ditanam dari umbi yang memiliki bentuk seperti talas yang biasa disebut umbi suweg. Awalnya, umbi ini memang sengaja di tanam, lalu umbi tumbuh menjadi tunas pohon cikal bakal Bunga Rafflesia dan setelah lima tahun penanaman tumbuhlah bunga tersebut yang biasa masyarakat menyebutnya dengan bunga bangkai.

Bunga Rafflesia ini mekar setelah turunnya hujan pada hari kamis tanggal 21 November. Warga sekitar tidak menyangka jika bunga langka ini bisa tumbuh di pekarangan, terlebih tanaman ini tumbuh di tanah bekas kandang kambing dan dekat dengan pembakaran sampah yang tidak memiliki perawatan khusus namun tanaman bunga ini tumbuh dengan baik dan subur.

Sudah kedua kalinya bunga ini tumbuh di Desa Jeletrang, yang pertama bunga tersebut diketahui tumbuh pada tahun 2014 dengan jumlah bunga hanya ada satu dan 2019 dengan bunga yang tumbuh sejumlah dua bongkol. Bunga bangkai atau biasa dikenal dengan Pohon Suweg seringkali dimanfaatkan oleh beberapa warga sebagai makanan. Menurut penuturan Ibu Santi, Warga Desa Cogreg, umbi suweg mempunyai rasa seperti talas. Namun karena kelangkaannya, warga sekitar tidak mengkonsumsi umbi dari tumbuhan langka ini, mereka lebih memilih untuk menjaga kelestarian tumbuhan ini..

 

Editor : Maemunah ( Kaling )

Total Page Visits: 581 - Today Page Visits: 2