MPA ARCHA BUANA EKSPEDISI AKASIA NILOTICA DI TAMAN NASIONAL BALURAN

KEMAHASISWAAN

Jawa Timur, Baluran ( 22-09-2019) Anggota Muda Divisi Lingkungan Hidup MPA Archa Buana melakukan  Ekspedisi  yang bertemakan Pengamatan Invasi Acacia Nilotica Terhadap Ekosistem Savana Bekol di Taman Nasional Baluran sebagai salah satu jenjang pendidikan di Mahasiswa Pecinta Alam Archa Buana Universitas Pamulang. Ekspeditor terdiri dari Maemunah ( Kaling ), Suci Amalia ( Pelas ) dan di dampingi oleh Riki Ramadhan ( Lesgo ) dan Jepri ( Kote ). Kegiatan ini dilakukan selama 10 hari, terhitung sejak tanggal 22 September 2019 – 02 Oktober 2019. Tempat yang kami pilih untuk melakukan sebagai objek pengamatan yaitu di Taman nasional baluran yang terletak di Kec. Banyuputih Kab. Situbondo Prov. Jawa timur.

Taman Nasional Baluran merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia, terlebih lagi Taman Nasional Baluran memiliki ciri khas tersendiri yang memang megundang banyak orang untuk datang dan melihat sendiri keindahan hamparan padang rumput yang alami. Taman Nasional Baluran sudah dijuluki sebagai The Little Of Africa Van Java karena memiliki vegetasi pertumbuhan rumput yang alami seperti savana di Afrika.

Taman Nasional Baluran merupakan kawasan konservasi yang sangat perlu dijaga, jika ekosistemnya terganggu, maka berpengaruh terhadap faktor pendukung biotik dan abiotik didalamnya. Luas kawasan Taman Nasional Baluran mencapai 25.000 ha. Taman Nasional Baluran sedang terkena ancaman sebuah tanaman, yaitu adanya invasi tanaman Akasia (Acacia Nilotica). Tanaman Akasia (Acacia Nilotica) di Taman Nasional Baluran awalnya hanya ditanam sebagai sekat bakar savana agar kebakaran tersebut tidak merambat terhadap hutan evergreen. Tetapi setelah penanamannya 4 tahun kemudian terdeteksi adanya sebuah invasi tanaman yang mengakibatkan menurunya kualitas pakan bagi para herbivor. Hal ini berpengaruh terhadap populasi satwa di Taman Nasional Baluran karena pakannya yang berkurang.

Kami memilih tanaman Akasia (Acacia Nilotica) karena tanaman tersebut membawa dampak dan pengaruh terhadap kelestarian Taman Nasional Baluran yang merupakan sebuah kawasan konservasi. Kegiatan yang kami lakukan yaitu menghitung Indeks Keberagaman dan Kemeratan Spesies dengan mengaplikasi sebuah metode Analisa Vegetasi Transek dan tidak hanya melakukan Analisa Vegetasi Transek kami juga melakukan riset terhadap persebaran populasi satwa di Taman Nasional Baluran dengan titik sepanjang jalur pengamatan menuju titik plot Analisa Vegetasi Metode Transek. Dari apa yang telah dilakukan, hasil nya memang tanaman Akasia (Acacia Nilotica) sudah mendominasi hampir seperempat luas savana di Taman Nasional Baluran, tumbuhan Akasia (Acacia Nilotica) memiliki akar yang sangat kuat yang mengakibatkan tanaman Akasia (Acacia Nilotica) dapat hidup dan bertahan dalam kondisi cuaca yang panas sekalipun. Tanaman Akasia (Acacia Nilotica) salah satu tanaman yang ganas karena jika tanaman tersebut ditebang tidak langsung di eksekusi, tanaman Akasia (Acacia Nilotica) dapat bercabang kembali bahkan cabangnya bisa lebih banyak dari batang yang sudah ditebang.

Diharapkan setelah adanya laporan pengamatan ini, banyak masyarakat yang dapat ikut terjun membantu pembersihan penanganan tanaman Akasia (Acacia Nilotica) di Taman Nasional Baluran. Karena memang penanganan Akasia (Acacia Nilotica) ini sangat perlu dilakukan dan penanganan ini bersifat berkepanjangan, karena jika tidak dilakukan pembersihan secara rutih tumbuhan Akasia (Acacia Nilotica) di Taman Nasional Baluran akan terus menerus tembuh dan berkembang karena faktor iklim yang sangat mendukung di Taman Basional Baluran.

Analisa Vegetasi Akasia

Persentasi tim Lingkungan Hidup ke Taman Nasional Baluran

Suhu di lokasi Analisa Vegetasi

Pembersihan Akasia dengan tim Taman Nasional Baluran

Pengecekan Tanah DI area Analisa Vegetasi

Created : Suci Amalia ( Pelas )

 

Total Page Visits: 288 - Today Page Visits: 2