MENTAL KEBANGSAAN

LEMBAGA KEMAHASISWAAN & ALUMNI (LKA)

                     

Buaran, Tangerang Selatan, 22 Juni 2022.

Bertempat di aula Sudirman lantai 4 Markas Komando Resor Militer 052/Wijayakrama, Jl. Boulevard Diponegoro Lippo Karawaci, mealui undangan resmi dari Komando Resor Militer 052/Wijayakrma yang diteruskan melalui Komando Distrik Militer 0506/Tangerang, Universitas Pamulang diundang untuk menghadiri Kegiatan Pembinaan Jaring Mitra Karib 2022 Tingkat Korem 052/Wijayakrama. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dengan standar protokol kesehatan.

Dalam  kesempatan ini, Bapak Muhammad Ahsan Tampubolon, S.Pd., M.Pd., koordinator Mental Kebangsaan Lembaga Kealumnian dan Alumni (LKA), hadir mewakili Universitas Pamulang. Acara ini dihadiri juga oleh beberapa akademisi, beberapa anggota DPRD, tokoh agama, pengusaha, pimpinan jasa keamanan, mahasiswa dan lain-lain yang berada daerah Tangerang Selatan, Tangerang Raya, Tangerang Kota, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Acara dibuka dengan berdiri tegap, bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Berikutnya acara diisi dengan paparan,motivasi, dan tanya jawab mengenai kebangsaan dan anti Radikalisme oleh pembicara tunggal Komandan Korem 052/Wijayakrama, Brigadir Jendral TNI. Rano Maxim Adolf Tilaar. Beliau mengangkat tema paparan dengan judul Wawasan Kebangsaan sebagai Penangkal Ideologi Radikal Kanan dan Radikal Kiri. Beliau menyampaikan mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia dan tokoh-tokoh yang memprakarsainya. Sejarah tersebut berlangsung hingga saat ini dan harus kita jaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya. Beliau juga menyampaikan keberagaman yang sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu) adalah kekayaan yang luar biasa dari bangsa ini dan merupakan harkat martabat  warisan yang tidak dimiliki negara manapun.

Pengalaman langsung beliau di dunia Kopasus dan intelijen dibagikan dengan apik kepada para peserta. Satu hal yang beliau ingatkan adalah pengaruh radikalisme yang marak terjadi dan merupakan tugas bersama untuk menghadapinya.

Diskusi dan tanya jawab mengenai tugas dan peran TNI yang bersentuhan dengan kondisi negara  saat ini diwakili oleh pertanyaan dari 7 orang peserta acara. Bapak Muhammad Ahsan Tampubolon, mewakili Universitas Pamulang meyampaikan masukan untuk adanya peran aktif secara langsung TNI dalam pembentukan mental mahasiswa dan akademisi menghadapi intoleransi dan radikalime. Letjen. TNI Rano Maxim Adolf Tilaar menjawab dan menanggapi seluruh masukan dan pertanyaan dengan baik dan mudah dimengerti. Beliau berjanji TNI akan berada di garda paling depan dalam  menjaga keutuhan NKRI.

Di ujung paparan, beliau menekankan untuk menanamkan dan meningkatkan PERSAUDARAAN yang bermakna “menebalkan persamaan dan mengurangi perbedaan”. Hal inilah yang menjadi dasar keutuhan negara.

Diakhir acara, peserta berdiri tegap dengan hikmat menyanyikan lagu nasional Padamu Negeri.

Total Page Visits: 66 - Today Page Visits: 2