Literasi Bahaya Sampah Plastik melalui Metode Storytelling pada Santriwan-santriwati Madrasah Nurul Qur’an di Ciseeng Bogor

KEMAHASISWAAN

Sampah plastik digadang-gadang telah menjadi salah satu isu yang disorot dunia global karena menjadi salah satu masalah utama yang sedang dihadapi warga dunia dalam beberapa tahun belakangan ini, utamanya di Indonesia. Dilansir dari m.liputan6.com yang dikutip dari indiatimes.com pada Senin (15/7/2019), Indonesia mengekor Tiongkok di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia. Fakta tersebut menandai bahwa pengelolaan sampah plastik di Indonesia masih tergolong sangat buruk. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk memilah sampah plastik dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan juga masih amat memprihatinkan.
Berangkat dari temuan ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Sastra Inggris yang dikepalai oleh M. Fajar Mediyawan Gintings, S.Pd., M.TESOL, mengangkat topik ini dipadukan dengan metode Storytelling. PKM dilaksanakan di Pesantren / Madrasah Nurul Qur’an di Ciseeng, Bogor. Agenda tersebut dilaksanakan tanggal 6 – 8 Desember 2019. Tim yang beranggotakan Aisyah Al Baroroh, S.S.,M.pd, Linda Meylinda, S.S.,M.Pd, Puri Bakthawar,S.Hum., M.A. dan Yamin, S.S.,M.Pd ini juga menggandeng mahasiswa Prodi Sastra Inggris semester enam dalam pelenggaraannya. Hal tersebut menjadi kebijakan Prodi agar mahasiswa dapat mempraktikan ilmu Teaching Methodology yang mereka dapatkan di semester berjalan.


Agenda dimulai selepas sesi Ishoma santri dengan diawali oleh perkenalan dan penyampaian materi terkait teknik Storytelling dan Story Writing oleh tim dosen. Acara dilanjutkan dengan penampilan Storytelling oleh salah satu mahasiswi anggota PKM, untuk memberikan gambaran cara menjadi pencerita yang baik dan atraktif. Antusiasme para santri yang sudah terlihat sejak awal agenda meningkat saat sesi praktik dimulai.

  1. Di sesi praktik ini, para santri dibagi menjadi beberapa kelompok yang dibimbing oleh dosen dan mahasiswa yang bertugas untuk membuat cerita karangan sendiri dalam Bahasa Inggris bertema “The Danger of Plastic Pollution” yang kemudian ditampilkan secara Relay (estafet) di kelompok masing-masing. Penampilan mereka kemudian dinilai dan dikelompokan menjadi dua tim penampil terbaik. Dua kelompok terbaik ini kemudian diminta menceritakan kisah buatannya di depan aula dengan teknik yang telah diajarkan, lalu ditentukan Champion dan Runner Up-nya. Kedua pemenang mendapatkan hadiah hiburan.

Dengan terselenggaranya PKM ini, tim bertujuan agar kesadaran para santri akan bahaya plastik sampah meningkat. Di sisi lain, tim juga berharap sesi PKM ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris santri serta kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Total Page Visits: 227 - Today Page Visits: 1