LATIHAN GABUNGAN GUNUNG HUTAN MAPALA SE-UNIVERSITAS JABODETABEKA

KEMAHASISWAAN

Dalam rangka peningkatan skill bernavigasi, penyamarataan materi Gunung Hutan, serta menjalin silaurahmi sesama Mahasiswa Pecinta Alam, MPA Archa Buana mendelegasikan dua orang anggotanya yang di amanakan sebagai Operasional dengan nama Aditya “Dolpin” (AB/XIV-01/83/KLH/19) dan Agid Rizki “Keran” (AB/XI-02/57/SH/16) dalam struktur panitia Latihan Gabungan Gunung Hutan Se – Jabodetabeka. Forum LATGAB GH Se – Jabodetabeka mengadakan latihan aplikasi lapangan bersama Mahasiswa Pecinta Alam Se – Jabodetabeka yang diadakan pada tiga hari pada tanggal 30 Oktober 2020 – 01 November 2020. Lokasi latihan tersebut berada dikawasan Gunung Paseban, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Gunung Paseban menjadi lokasi yang tepat karena memiliki kontur alam yang tidak terlalu tidak terlalu ekstrim, dengan kontur alam berbukit dan lembahan yang tidak curam serta vegetasi hutan yang asri karena terjaga cukup baik, lalu terdapat banyak aliran hulu sungai Cirangrang yang alirannya mengaliri menuju sungai Ciesek dan bermuara di sungai Ciliwung.

Pada kegiatan latihan gabungan kali terdaftar peserta dari masing – masing Mahasiswa Pecinta Alam Se – Jabodetabeka yang begitu banyak dengan jumlah 108 orang. Dalam latihan gabungan gunung hutan kali ini ada beberapa materi yang disampaikan serta diaplikasikan bersama dilapangan yaitu Navigasi Darat (Resection & Intersection), Ploting Jalur Lintasan, dan penggunaan GPS (Global Positioning System) dengan tambahan Aplikasi View Ranger.

Selain mendapatkan materi kegiatan alam bebas peserta juga mendapatkan materi tentang lingkungan hidup, isu yang diangkat tentang Defortasi Hutan, dengan harapan materi yang diberikan ini dapat menambah wawasan serta menjadi bahan diskusi yang dimana betapa pentingnya menjaga hutan secara aktif dan bijaksana karena hal tersebut tidak terlepas dari dampak yang begitu besar untuk masyarakat luas.

Aditya “Dolpin” selaku anggota MPA Archa Buana yang didelegasikan sebagai panitia di kegiatan tersebut menuturkan kesannya “Latihan gabungan kali ini sangat seru bisa bertemu dengan kawan – kawan Mahasiswa Pecinta Alam Se – Jabodetabeka, kegiatan ini dapat menjadi wadah kami untuk sharing materi gunung hutan dan aplikasi materi dilapangan dengan bersama – sama. Harapan besar semoga kegiatan kali ini dapat mendobrak kegiatan latgab selanjutnya dengan ilmu – ilmu serta pengalaman yang lebih seru lagi.”

Perlu kita ingat Mahasiswa Pecinta Alam tidak hanya sekedar mendaki gunung, panjat tebing, arung jeram, atau susur goa. Tetapi harus bisa mengimplementasikan makna pecinta alam yang sesungguhnya sesuai kode etik pecinta alam Indonesia. Pecinta alam harus berpikir dan bersikap kritis untuk memperjuangkan alam di Indonesia serta member solusi untuk lingkungan hidup kita dimasa mendatang nanti.

 

Written: Aditya “Dolpin”

(AB/XIV-01/KLH/19)

Total Page Visits: 56 - Today Page Visits: 2