Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Advokasi Kebijakan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba

LEMBAGA KEMAHASISWAAN & ALUMNI (LKA)

Hari Selasa, 19 Oktober 2021, Kampus Unpam diwakili Bapak Muhammad Ahsan Tampubolon, menghadiri undangan yang dilayangkan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Provinsi Banten di Sky Ballroom, Sahid Serpong Hotel, Kota Tangerang Selatan. Pertemuan ini dihadiri oleh BNN Provinsi Banten sebagai Pelaksana, Rektor Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) Bapak Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Konsultan Program Kesehatan, Dinas Pendidikan, beberapa kampus dan sekolah di wilayah Provinsi Banten.

Tema kegiatan yang berjudul Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Advokasi Kebijakan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkotika di Wilayah Provinsi Banten  diawali dengan pemaparan oleh Rektor Untirta mengenai program anti narkotika dan zat aditif yang dilaksanakan di lingkungan kampus Untirta. Beliau menekankan pengawasan aktifitas mahasiswa baik di dalam kampus dan di sekitar lingkungan kampus secara berkala dan terdata. Program yang berslogan JAWARA (Jujur, Adil, Wibwa, Amanah, Religius, Akuntabel) juga menyentuh kegiatan keseharian mahasiswa yang bertempat tinggal di sekitar kampus juga. Dukungan BNN dalam upaya advokasi dan  pemeriksaaan kandungan obat-obat yang dikonsumsi mahasiswa pun dilakukan terus menerus.

Tambahan yang beliau sampaikan adalah pentingnya kegiatan maksimal yang harus dilakukan mahasiswa guna mengembangkan kualitas dan kompetensi pribadi. Kontrol di lingkungan sekitar kampus, tempat mahasiswa berkumpul dan bersosialisasi, harus menyeluruh dan melibatkan semua aspek  sosial. Hal ini dapat mencegah terlibatnya mahasiswa mengkomsumsi atau mengedarkan narkotika dan zat adatif tersebut.

Beliau berpesan agar dunia pendidikan tidak pernah berhenti melakukan pengawasan dan perlawanan terhadap narkotika dan sejenisnya.

Selanjutnya pemaparan kedua disampaikan oleh Bapak Arif Mulyawan yang merupakan Konsultan Kesehatan, penggiat sosial terutama hal yang berhungan dengan HIV dan juga dosen di  salah kampus di Banten.

Beliau menerangkan berbagai macam narkotika, zat adatif  serta akibat dari mengkonsumsi, sejarah narkotika, pendampingan penggunanya. Wilayah Tangerang Raya sesuai tampilan peta pengguna narkotika yang didapat, adalah daerah “merah” yang berarti pengguna narkotika sudah masuk daftar mengkhawatirkan. Beliau juga menceritakan tentang penggunaan dan peyebaran obat terlarang yang makin bervariasi. Diperlukan usaha maksimal untuk menguranginya.

Hal lain yang disampaikan adalah perlunya pendampingan terhadap pengguna, mantan pengguna yang disebut sebagai “pendamping sebaya” untuk memberi edukasi pada teman-teman pengguna agar dapat berhenti mengkonsumsi. Motivasi dapat diberikan dengan cara yang bijaksana.

Satu hal penting ditekankan adalah untuk tidak sungkan atau menganggap aib membawa keluarga kita yang terlibat sebagai pengguna narkotika dan zat adatif ke BNN agar diberikan edukasi dan penanganan khusus sebelum mereka ditangkap oleh pengak hukum. Rehabilitasi dapat diberikan sebelum hal -hal buruk lain terjadi.

Pemapar  terakhir adalah tim dari BNN, dalam upaya yang pencegahan “pengguna baru”. Edukasi sedari dini diperlukan. Pendidikan dan pengenalan mengenai bahaya dan pengaruh buruk narkotika harus dilakukan dari jenjang terendah (TK atau SD) dan berlangsung terus menerus. Peran dunia Pendidikan sangat berpangaruh. BNN mengharapkan dunia Pendidikan tidak pernah bosan dan berhenti membantu program mulia ini.

Terakhir BNN menyampaikan moto dengan tagar  #beranitakrela ( #beranitolak , #beranirehab , #beranilapor ). Silakan dibuka dan dipelajari tagar tersebut untuk memberi kita ilmu dan motivasi mengenai penolakan terhadap narkotika dan zatr-zat aditif.

Total Page Visits: 116 - Today Page Visits: 2