HIMA SASING DAN ORMAWA INTERNAL UNPAM TURUN LANGSUNG KE LOKASI BANJIR DAN LONGSOR DI LEBAK DAN BOGOR

KEMAHASISWAAN

Teman-teman ORMAWA Internal UNPAM yang turun langsung ke lokasi pada kloter ke-2 kali ini berjumlah 16 orang. Terhitung pada hari Selasa (14/1/20), sebagian masih berada di desa Cileuksa yang jaraknya harus ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 12 jam dengan track berlumpur cukup dalam.

Selain bantuan logistik, sebagian teman-teman ormawa UNPAM yang menetap di posko MAPALA se-Banten (Lebak Gedong) juga mengadakan trauma healing untuk anak-anak di pengungsian. Senin (13/1/20), HIMA SASING dan ORMAWA Internal UNPAM mengadakan trauma healing di pengungsian resort Halimun Salak. Anak-anak di pengungsian tersebut kurang lebih 25-30 anak. Mereka diajak bermain permainan yang mengedukasi. Pengurus HIMA SASING melakukan story telling mengenai sampah yang dapat menjadi dampak terjadinya bencana banjir. Selain itu, mereka juga diberikan materi-materi Bahasa Inggris untuk memperluas pengetahuan mereka.

Selain anak-anak, para orang tua juga turut antusias mengikuti permainan-permainan yang diberikan. Tak hanya di lokasi pengungsian, trauma healing juga berlangsung pada Selasa (14/1/20) di SDN 1 Banjar Irigasi yang juga menampung beberapa siswa sekolah yang rusak karena becana tersebut. Dengan jumlah lebih dari 50 anak di sekolah tersebut, kami kembali melalukan story telling mengenai sampah agar mereka memahami bahaya membuang sampah sembarang sejak dini.

Anak-anak di sekolah tersebut diberikan edukasi kosa kata Bahasa Inggris tentang bencana, pula mereka diberikan permainan untuk mengasah kekompakan mereka dengan menempelkan kertas warna-warni pada gambar yang disediakan. Antusias mereka meningkat ketika diberikan tebak-tebakan pengetahuan seputar Indonesia.
Sayangnya, sebagian anak-anak di sekolah tersebut bersekolah tanpa mengenakan sepatu. Mereka hanya menggunakan sendal jepit bahkan tidak memakai alas kaki. (NO)

Total Page Visits: 188 - Today Page Visits: 1