EKSPEDISI RIMBA GUNUNG ANGKATAN XIV GUNUNG KAWI 2603 MDPL & BUTAK 2868 MDPL

KEMAHASISWAAN

Blitar, Jawa Timur ( 22-09-2019) Tim Anggota Muda Divisi Rimba Gunung melakukan ekspedisi di Gunung Butak dan Gunung Kawi, tim terdiri dari Aditya ( Dolpin ), Tian Sentari ( Dempa ) ditemani oleh Siti Robi’ah ( Lobed ) dan Ilman Wijaya Kusuma ( Tompe ). Gunung Kawi Terletak di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar Jawa timur , Gunung Butak Terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia.

Tim Rimba Gunung melakukan aplikasi Navigasi Darat diantara lain Resection, Intersection, Penampang Lintasan, Deklinasi, Ploting Jalur Lintasan, Sosialisasi Pedesaan, Halang Rintang, Mobile Transit,  Pengamatan Biota yang ada di lingkungan tersebut. Ekspedisi ini memakan waktu 11 hari dari tanggal 22-09-2019 hingga 02-10-2019. Perjalanan ditempuh melalui jalur darat menggunakan kereta api. Tim memulai perjalanan dari Gunung Butak ke Gunung Kawi dan kembali ke Gunung Butak.

Aplikasi Navdar

Aplikasi Navigasi Darat dilakukan di Sabana Butak, aplikasi dimulai pagi hari untuk menghindari kabut, agar tanda medan bisa terlihat jelas. Kondisi Lingkungan di Gunung Butak sangat kering, hingga jalur berpasir akibat musim kemarau yang terjadi. Air hanya bisa ditemukan di mata air pos 1 dan di Sabana. Di jalur pendakian ini banyak hewan yang kita temui dan bahkan yang jarang kita lihat dengan mata telanjang dan begitu jelas, seperti Tupai, Tikus Hutan, Burung, Burung Hantu, Owa Jawa. Jalur yang kita lalui menuju Pos 3 tidak begitu menanjak bahkan bisa dibilang selalu landai. Setelah kurang lebih jam pendakian akhirnya kami pun tiba di Pos 3 dan kami pun istirahat sejenak. Di Pos 3 terdapat jalur percabangan atau pertemuan jalur ada jalur yang dari via Precet dan jalur via Panderman yang kita lalui. Untuk vegetasi dijalur ini masih di dominasi oleh pohon – pohon pinus yang tinggi dan ilalang yang cukup tinggi juga.

Gunung Kawi adalah sebuah gunung berapi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia dengan ketinggian 2.603 Mdpl dan tidak ada catatan sejarah mengenai letusan gunung berapi ini. Biasanya gunung ini dapat dicapai dari empat titik pendakian yaitu dari via Keraton, via Batu Licin, via Precet Wangir, dan via Panderman yang melalui Gunung Butak. Lokasi Gunung Kawi bersebelahan dengan Gunung Butak dan Gunung Panderman.

Gunung Kawi memiliki vegetasi yang berubah – ubah dengan berbagai jenis tumbuhan di antaranya terdapat Edelweiss, Pohon Cantigi, Pohon Pinus, Tumbuhan obat – obatan dan sebagainya. Terdapat juga Fauna, seperti Lutung, Harimau Jawa, Menjangan atau Rusa, Burung Hantu, Ayam Hutan, Tupai, Meong atau Kucing Hutan dan Babi. Jika musim kemarau jalur pendakian Gunung ini cukup melelahkan karena track pendakian berdebu.

Gunung ini banyak dikunjungi bagi mereka yang memiliki kepercayaan bahwa Gunung Kawi adalah gunung yang bisa memberikan banyak berkah bagi banyak usaha. Saat berkunjung ke Gunung Kawi, suasana magis akan terasa sangat kental. Terdapat beberapa tempat atau petilasan untuk beberapa orang yang berdoa dan memohon berkat untuk kesuksesan usaha, jodoh atau banyak hal lainnya.

Gunung Kawi dikenal juga sebagai Kota Di Pegunungan, di sepanjang jalan menuju Gunung Kawi pengunjung akan di suguhi dengan pemandangan berupa arsitektur khas Tiongkok. Terdapat pula Kuil atau Kelenteng tempat para pengikut Kong Hu Cu menjalankan ibadah. Jangan khawatir dengan hospitaliti, karena akan banyak dijumpai losmen atau motel sebagai sarana menginap para peziarah atau pengunjung Gunung Kawi. Ada banyak hal unik yang berhubungan dengan kepercayaan yang dapat kita temukan di gunung Kawi, Salah satu diantaranya adalah sebuah pohon yang konon dipercaya bila kita kejatuhan buahnya, maka kita akan mendapat rejeki. Pada malam-malam tertentu akan banyak sekali orang yang duduk di bawah pohon ini. Selain pohon, terdapat juga makam Mbah Djoego, seorang pertapa pembantu Pangeran Diponegoro, yang juga sangat dijaga oleh penduduk setempat.

Gunung Kawi yang memiliki arti dari kata “Kawi” artinya “Kawitan” atau “Awalan” dengan kata lain jadi gunung ini merupakan awalan dari peradaban itu dimulai dari Gunung Kawi. Di gunung ini dulu tempat raja – raja bersemedi atau menuju moksanya, ada tujuh raja yang pernah moksa di gunung ini salah satunya Prabu Siliwangi. Gunung Kawi terdapat hari ritual besar yaitu hari selasa keliwon dan jum’at keliwon, biasanya ritual yang di lakukan itu seperti meminta sesuatu yang diinginkan di masa depan dan ritual dilakukan dengan cara meditasi. Gunung ini dikenal sebagai Gunung Putri Tidur, yang dimana Gunung Butak itu sebagai bagian kepalanya, Gunung Kawi sebagai bagian dari dadanya, dan Gunung Panderman itu sebagai bagian dari kakinya. Konon pada zaman dahulu ada seorang putri yang diberi janji oleh seorang laki – laki tetapi ternyata laki – laki itu tidak memberi janji apapun kepada sang putri, hingga sang putri pun menuggu janji itu sampai dia tertidur. Kisah cinta itu di sebut dengan Tresno Suci yang artinya Cinta Abadi yang dimana dari kata Cinta itu masih ada tiga arti lagi yaitu Benci, Bahagia, Welas Asih atau rasa sakit.

Konon katanya puncak dari Gunung Kawi ini adalah Althar Sembahyang yang dimana Althar Sembahyang merupakan tempat berkumpulnya roh – roh suci. Tempatnya berbentuk seperti tumpukan bebatuan dan terdapat pintu dari tumpukan bebatuan didalam Althar Sembahyang terdapat menyan dan bunga- bunga.

Larangan – larangan di Gunung Kawi:

  1. Jangan pernah mengeluh saat melakukan pendakian, karena keluhan mu akan cepat terkabul seperti doa. Apapun yang kamu rasakan dalam pendakian, usahakan agar selalu menjaga sikap dan perkataan. Sebab, apa yang kamu ucapkan itu seperti akan menjadi doa. Misalnya, kamu mengeluh kepanasan atau kelelahan. Kamu justru akan merasa semakin panas dan semakin lelah. Jadi lebih baik simpan keluhanmu itu di dalam hati.
  2. Pantangan mendaki dengan jumlah ganjil kalau berniat mendaki ke puncak Gunung Kawi, usahakan agar tidak datang dengan jumlah yang ganjil. Konon katanya, jumlah yang ganjil itu akan membawa sial. Banyak cerita yang mengisahkan jumlah rombongan pendaki yang jadi genap kalau datang dengan jumlah ganjil.

Aplikasi di Gunung Butak

 

Aplikasi Navdar

Aplikasi Di Gunung Kawi

Created : Aditya ( Dolpin )

 

Total Page Visits: 847 - Today Page Visits: 1