Dari Masjid Merangkai Cita-cita

KEMAHASISWAAN

Program Dari Masjid Merangkai Cita-Cita adalah satu dari sekian banyak program pembinaan kemahasiswaan di Universitas Pamulang. Program inovatif ini lahir setidaknya disertai oleh dua alasan mendasar, yaitu: pewujudan visi Universitas Pamulang dan pembinaan mahasiswa melalui pendekatan dialogis.

Pertama, menjadi universitas peringkat 40 besar pada tingkat nasional yang dilandasi oleh nilai humanis dan religius pada tahun 2024 merupakan visi yang diusung oleh Universitas Pamulang. Kata religius inilah yang menginisiasi hadirnya program Dari Masjid Merangkai Cita-Cita. Kendatipun harus dijelaskan pula bahwa dalam pewujudan nilai-nilai religius terdapat pula program Kegiatan Unpam Mengaji atau jamak dikenal di kalangan mahasiswa dengan KUM. Benang merah dua kegiatan ini ialah KUM dikelola oleh Lembaga Kajian Keagamaan (LKK) Universitas Pamulang. Sementara Dari Masjid Merangkai Cita-Cita dikelola oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kealumnian.

Dalam pada itu, kendatipun program ini bertempat di masjid, namun tidak mengesampingkan mahasiswa yang berlatar belakang agama non Islam. Bahkan mereka turut dilibatkan dalam kegiatan Dari Masjid Merangkai Cita-Cita, walaupun kegiatannya diselenggarakan setelah salat zuhur. Secara filosofis memang kegiatan ini menggunakan ikon masjid sebagai simbol kesucian dan kehormatan. Untuk itu, bermula dari tempat suci dan terhormat inilah mahasiswa diajak untuk menata kembali niat mulia berkuliah yaitu lulus tepat waktu sehingga jika sudah lulus kelak mendapat pekerjaan yang terbaik dan/atau menjadi pengusaha sukses menurut bidang keilmuan yang diperoleh dari Universitas Pamulang. Atas dasar inilah, program ini bukanlah program penanaman ideologi tertentu tetapi lebih pada refleksi untuk menjadi mahasiswa yang bermutu.

Kedua, bila diperhatikan data dari laman https://pddikti.ristekdikti.go.id/ bahwa per 21 November 2019 mahasiswa Universitas Pamulang berjumlah 71.009. Angka 71.009 bukanlah sedikit. Untuk itu, dibutuhkan beberapa program strategis dalam membinanya sehingga dapat meminimalisir prilaku yang tidak diharapkan. Jamak memang interaksi mahasiswa dengan dosen seperti bimbingan akademik yang dilakukan paling sedikit tiga kali; mengawali perkuliahan, menjelang UTS, dan menjelang UAS. Kegiatan semacam ini interaksinya sebatas empat mata, namun yang bersifat masal ada pada program Dari Masjid Merangkai Cita-Cita.

Program Dari Masjid Merangkai Cita-Cita dapat pula disebut sebagai program konferensi persnya ketua program prodi di hadapan mahasiswanya. Dalam pada itu, terjadi pola dialogis antara mahasiswa dengan Ketua Program Studinya yang terjadi secara kolektif. Ihwal yang didiskusikan mulai dari kebijakan yang dikeluarkan oleh universitas hingga program studi. Bahkan melalui mimbar masjid ini ketua program studi memaparkan program kerja yang telah dan akan dikerjakan pada masa mendatang. Dengan demikian program kerja menjadi keharusan untuk diketahui guna dilaksanakan secara bersama-sama.

Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan Dari Masjid Merangkai Cita-Cita adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kealumnian, Perwakilan Anggota Lembaga Kajian Keagamaan, Para Ketua Program Studi, Para Dosen Pengembang Prodi Bidang Kemahasiswaan, Para Hima, dan Para Mahasiswa. Adapun yang menjadi ciri khas program ini adalah diselenggarakan di masjid setiap hari Rabu serta setelah salat zuhur. Adapun waktu yang dibutuhkan ialah 60 menit. Dengan arti kata, kegiatan Dari Masjid Merangkai Cita-Cita ini memanfaatkan waktu istirahat mahasiswa untuk mendapat nasehat.**MW

Total Page Visits: 166 - Today Page Visits: 2