Bidang Kajian dan Akademis HIMA FH UNPAM, Selenggarakan Diskusi Publik: Upaya Meningkatkan Kesadaran Publik dalam Mengatasi Pelanggaran Kekerasan Terhadap Perempuan di Dunia Digital

KEMAHASISWAAN

Sabtu, (28/8/21) Bidang Kajian dan Akademis Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang telah melaksanakan Disukusi Publik ke-3 melalui virtual zoom.

Diskusi Publik kali ini, Bidang Kajian HIMA FH mengusung tema: “Politik Hukum Pembentukan Rancangan Undang-Undang dalam Menghadapi Era 4.0 dan Tindakan Pencegahan Pelanggaran Gender Berbasis Digital.” Hal tersebut teralisasikan melalui virtual zoom meeting (online).

Ketua Bidang Kajian HIMA FH, Suganda memberikan penjelasan, alasan kita memilih tema tentang politik hukum RUU di era 4.0 serta relevansinya dengan pelanggaran gender di dunia digital karena perkembangan teknologi saat ini yang sangat pesat tidak dapat kita hindari membutuhkan adaptasi terhadap dunia baru ini, salah satunya melalui pelaksanaan politik hukum dan kebijakan mendasar dari Negara dalam upaya mengatasi pelanggaran kekerasan gender berbasis digital ini dengan baik.

Sementara itu, Ketua Umum HIMA FH mas Adam panggilan akrabnya menyampaikan, semoga dengan adanya diskusi publik ini bisa memberikan manfaat positif dan meningkatkan semangat serta menambah pengetahuan bagi kita semua.

Dalam diskusi tersebut, Ibu Eka Wulansari selaku perancang undang-undang badan keahlian DPR RI memberikan catatan bahwa “Indonesia hari ini belum sepenuhnya siap menghadapi revolusi industri 4.0. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya kekosongan hukum dalam mencegah dan mengatasi pencurian data pribadi serta pelanggaran gender di dunia digital.”

Selain itu, aktivis perempuan sekaligus komisioner komnas perempuan, Mbak Tiasri Wiandani mengatakan bahwa “sepanjang tahun 2019-2021. Pelanggaran kekerasaan terhadap perempuan mengalami peningkatan yang sangat siginifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pengaduan terhadap Komnas Perempuan itu sendiri.”

Selanjutnya Mbak Tias menegaskan, memang “tidak bisa kita pungkiri bahwa masih banyak tindakan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di masyarakat namun mereka masih enggan untuk melakukan pengaduan terhadap instansi dan pihak terkait.” Perasaan takut dan traumatik itu masih menjadi hantu di masyarakat karena melihat beberapa kejadian yang berujung pada hukuman atau denda yang menjerat korban kekerasan tersebut.

Kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Bidang Kajian HIMA FH yang dikemas dengan Diskusi Publik di atas, merupakan sebuah bentuk upaya mencari alternatif solusi dalam mengatasi dan mencegah tindakan pelanggaran yang terjadi di dunia digital terutama sekali bagi kaum perempuan atau gender.

Total Page Visits: 50 - Today Page Visits: 1