BABAK AKHIR SELEKSI INTERNAL UNPAM UNTUK NATIONAL UNIVERSITY DEBATING CHAMPIONSHIP (NUDC) 2020

KEMAHASISWAAN

Sabtu, 16 Mei 2020 lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student Debating Union/ Satuan Debat Utama, Universitas Pamulang, baru saja melaksanakan babak final seleksi delegasi debat dengan menggunakan sistem British Parliamentary (BP). Seleksi di tengah pandemi wabah Covid-19 ini terpaksa diselenggarakan secara daring, dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama merupakan babak utama acara, yaitu babak final debat BP dan Sesi kedua yang merupakan sesi pengumuman hasil seleksi. Selain finalis dan panitia, seleksi juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan, salah satunya Kaprodi Sastra Inggris, Ibu Tryana, S.S.,M.A.

Sesi pertama, berlangsung dari pukul 13.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB. Mosi debat yang berbunyi “THW Allow Individuals to Sue Parents for Childhood Trauma”, didebatkan oleh para finalis yang hadir sejumlah 7 peserta dengan susunan peran sebagai berikut: Hadi Wibowo (S1 Sastra Inggris, bermain sendiri karena partner debatnya tidak hadir) sebagai Opening Government, Muhammad Pasha Putra Pradana (S1 Sastra Inggris) dan Tasya Shavira Trianda (D3 Sekretaris) sebagai Opening Opposition, Muhammad Fauzi Fadhil (S1 Sastra Inggris) dan Andhika Triza Febriono (S1 Akuntansi) sebagai Closing Government, serta Ika Nurbianti (S1 Sastra Inggris) dan Juliana Siti Aisyah Suparta (S1 Manajemen) sebagai Closing Opposition. Babak Final ini dinilai oleh tiga orang Adjudicators.

Sesi final berjalan cukup lancar walaupun beberapa finalis sempat terkendala gangguan koneksi internet. Jeda yang cukup panjang dari babak penyisihan (babak gugur) ke babak final serta stage debat yang berlangsung secara online, menjadi kemungkinan terbesar berkurangnya ketajaman argumen para finalis. Hal ini menjadi catatan penyelenggara, sebagai hal yang perlu diperhatikan jika nantinya mengadakan agenda serupa.

“Memang atmosfernya sangat berbeda jika kita bandingkan babak penyisihan secara luring dan final ini secara daring. ‘killing mode’-nya tidak terlalu terasa karena finalis berhadapan dengan layar bukan dengan lawan mainnya secara langsung.” Ujar Aisyah Al Baroroh,S.S.,M.Pd. Pembina 1 SDU sekaligus salah satu Adjudicator. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Adjudicator lainnya, Sukma Septian Nasution, S.Pd,M.Pd., “Sebetulnya semua finalis bagus, hanya perlu diasah saja kemampuan berdebatnya. Semua punya potensi, apalagi yang masih semester bawah. Kesempatannya masih panjang”.

Sesi kedua, dilaksanakan mulai dari pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB dipimpin oleh Arif Darmawan Suwardi selaku Ketua Juri. Sesi diawali dengan pembukaan dari pembina dan dilanjutkan dengan pembahasan mosi debat. Di sesi tersebut, finalis diminta menyampaikan ringkasan argumen yang mereka kemukakan sebelumnya, yang kemudian dibahas bagaimana seharusnya argumen tersebut diperdalam dan diperluas. Dibahas pula hal apa saja yang harusnya dikemukakan terkait isu tersebut. Sesi diakhiri dengan pembacaan keputusan hasil seleksi. Hasil seleksi dapat dilihat terlampir.

Total Page Visits: 171 - Today Page Visits: 1